Selasa, 02 Desember 2008

Narasi Proses pembentukan bumi

Pembentukan Bumi
T eori Tektonik lempeng
Teori Tektonik Lempeng adalah sbh teori dalam bidang geologi yang dikembangkan untuk memberi penjelasan terhadap adanya bukti-bukti pergerakan skala besar yang dilakukan oleh litosfer bumi. Teori ini telah mencakup dan juga menggantikan Teori Continental Drift yang lebih dahulu dikemukakan pada paruh pertama abad ke-20 dan konsep seafloor spreading yang dikembangkan pada tahun 1960-an.
Teori Tektonik Lempeng berasal dari hipotesis continental drift yang dikemukakan Alfred Wegener tahun 1912 dan dikembangkan lagi dalam bukunya The Origin of Continents and Oceans terbitan tahun 1915. Ia mengemukakan bahwa benua-benua yang sekarang ada dulu adalah satu bentang muka yang bergerak menjauh sehingga melepaskan benua-benua tersebut dari inti bumi seperti 'bongkahan es' dari granit yang bermassa jenis rendah yang mengambang di atas lautan basal yang lebih padat. Namun, tanpa adanya bukti terperinci dan perhitungan gaya-gaya yang dilibatkan, teori ini dipinggirkan. Mungkin saja bumi memiliki kerak yang padat dan inti yang cair, tetapi tampaknya tetap saja tidak mungkin bahwa bagian-bagian kerak tersebut dapat bergerak-gerak. Di kemudian hari, dibuktikanlah teori yang dikemukakan geolog Inggris Arthur Holmes tahun 1920 bahwa tautan bagian-bagian kerak ini kemungkinan ada di bawah laut. Terbukti juga teorinya bahwa arus konveksi di dalam mantel bumi adalah kekuatan penggeraknya.[
Bukti pertama bahwa lempeng-lempeng itu memang mengalami pergerakan didapatkan dari penemuan perbedaan arah medan magnet dalam batuan-batuan yang berbeda usianya. Penemuan ini dinyatakan pertama kali pada sebuah simposium di Tasmania tahun 1956. Mula-mula, penemuan ini dimasukkan ke dalam teori ekspansi bumi, namun selanjutnya justeru lebih mengarah ke pengembangan teori tektonik lempeng yang menjelaskan pemekaran (spreading) sebagai konsekuensi pergerakan vertikal (upwelling) batuan, tetapi menghindarkan keharusan adanya bumi yang ukurannya terus membesar atau berekspansi (expanding earth) dengan memasukkan zona subduksi/hunjaman (subduction zone), dan sesar translasi (translation fault). Pada waktu itulah teori tektonik lempeng berubah dari sebuah teori yang radikal menjadi teori yang umum dipakai dan kemudian diterima secara luas di kalangan ilmuwan. Penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara seafloor spreading dan balikan medan magnet bumi (geomagnetic reversal) oleh geolog Harry Hammond Hess dan oseanograf Ron G. Mason menunjukkan dengan tepat mekanisme yang menjelaskan pergerakan vertikal batuan yang baru.
Dua lempeng akan bertemu di sepanjang batas lempeng (plate boundary), yaitu daerah di mana aktivitas geologis umumnya terjadi seperti gempa bumi dan pembentukan kenampakan topografis seperti gunung, gunung berapi, dan palung samudera. Kebanyakan gunung berapi yang aktif di dunia berada di atas batas lempeng, seperti Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire) di Lempeng Pasifik yang paling aktif dan dikenal luas.
Lempeng tektonik bisa merupakan kerak benua atau samudera, tetapi biasanya satu lempeng terdiri atas keduanya. Misalnya, Lempeng Afrika mencakup benua itu sendiri dan sebagian dasar Samudera Atlantik dan Hindia. Perbedaan antara kerak benua dan samudera ialah berdasarkan kepadatan material pembentuknya. Kerak samudera lebih padat daripada kerak benua dikarenakan perbedaan perbandingan jumlah berbagai elemen, khususnya silikon. Kerak samudera lebih padat karena komposisinya yang mengandung lebih sedikit silikon dan lebih banyak materi yang berat. Dalam hal ini, kerak samudera dikatakan lebih bersifat mafik ketimbang Maka, kerak samudera umumnya berada di bawah permukaan laut seperti sebagian besar Lempeng Pasifik, sedangkan kerak benua timbul ke atas permukaan laut, mengikuti sebuah prinsip yang dikenal dengan isostasi.
Jenis-jenis batas lempeng
Ada tiga jenis batas lempeng yang berbeda dari cara lempengan tersebut bergerak relatif terhadap satu sama lain. Tiga jenis ini masing-masing berhubungan dengan fenomena yang berbeda di permukaan. Tiga jenis batas lempeng tersebut adalah:
1. Batas transform (transform boundaries) terjadi jika lempeng bergerak dan mengalami gesekan satu sama lain secara menyamping di sepanjang sesar transform (transform fault). Gerakan relatif kedua lempeng bisa sinistral (ke kiri di sisi yang berlawanan dengan pengamat) ataupun dekstral (ke kanan di sisi yang berlawanan dengan pengamat). Contoh sesar jenis ini adalah Sesar San Andreas di California.
2. Batas divergen/konstruktif (divergent/constructive boundaries) terjadi ketika dua lempeng bergerak menjauh satu sama lain. Mid-oceanic ridge dan zona retakan (rifting) yang aktif adalah contoh batas divergen
3. Batas konvergen/destruktif (convergent/destructive boundaries) terjadi jika dua lempeng bergesekan mendekati satu sama lain sehingga membentuk zona subduksi jika salah satu lempeng bergerak di bawah yang lain, atau tabrakan benua (continental collision) jika kedua lempeng mengandung kerak benua. Palung laut yang dalam biasanya berada di zona subduksi, di mana potongan lempeng yang terhunjam mengandung banyak bersifat hidrat (mengandung air), sehingga kandungan air ini dilepaskan saat pemanasan terjadi bercampur dengan mantel dan menyebabkan pencairan sehingga menyebabkan aktivitas vulkanik. Contoh kasus ini dapat kita lihat di Pegunungan Andes di Amerika Selatan dan busur pulau Jepang (Japanese island arc).
Gaya Gesek
• Basal drag
Arus konveksi berskala besar di mantel atas disalurkan melalui astenosfer, sehingga pergerakan didorong oleh gesekan antara astenosfer dan litosfer.
• Slab suction
Arus konveksi lokal memberikan tarikan ke bawah pada lempeng di zona subduksi di palung samudera. Penyerotan lempengan (slab suction) ini bisa terjadi dalam kondisi geodinamik di mana tarikan basal terus bekerja pada lempeng ini pada saat ia masuk ke dalam mantel, meskipun sebetulnya tarikan lebih banyak bekerja pada kedua sisi lempengan, atas dan bawah
Lempeng-lempeng utama
Ada tujuh lempeng-lempeng tektonik utama yaitu:
• Lempeng Afrika, meliputi Afrika - Lempeng benua
• Lempeng Antarktika, meliputi Antarktika - Lempeng benua
• Lempeng Australia, meliputi Australia (tergabung dengan Lempeng India antara 50 sampai 55 juta tahun yang lalu)- Lempeng benua
• Lempeng Eurasia, meliputi Asia dan Eropa - Lempeng benua
• Lempeng Amerika Utara, meliputi Amerika Utara dan Siberia timur laut - Lempeng benua
• Lempeng Amerika Selatan, meliputi Amerika Selatan - Lempeng benua
• Lempeng Pasifik, meliputi Samudera Pasifik - Lempeng samudera
Lempeng-lempeng penting lain yang lebih kecil mencakup Lempeng India, Lempeng Arabia, Lempeng Karibia, Lempeng Juan de Fuca, Lempeng Cocos, Lempeng Nazca, Lempeng Filipina, dan Lempeng Scotia.
Pergerakan lempeng telah menyebabkan pembentukan dan pemecahan benua seiring berjalannya waktu, termasuk juga pembentukan superkontinen yang mencakup hampir semua atau semua benua. Superkontinen Rodinia diperkirakan terbentuk 1 miliar tahun yang lalu dan mencakup hampir semua atau semua benua di Bumi dan terpecah menjadi delapan benua sekitar 600 juta tahun yang lalu. Delapan benua ini selanjutnya tersusun kembali menjadi superkontinen lain yang disebut Pangaea yang pada akhirnya juga terpecah menjadi Laurasia (yang menjadi Amerika Utara dan Eurasia), dan Gondwana (yang menjadi benua sisanya)

peta konsep

Pelapisan mengulit bawang pada batuan kapur di Kec.Cipatujah Kab.Tasikmalaya menunjukan adanya proses pembentukan bumi secara bertahap

Pelapisan batuan sebagai indikator proses pembentukan bumi tampak pada batuan kapur di kec.Cipatujah Kab.tasikmalaya pada Sabtu (30/11)

foto-foto proses pembentukan bumi

Batuan karst di kec.Cipatujah kab.Tasikmalaya Sebagai hasil proses pengangkatan pulau jawa

power point proses pembentukan bumi













Kode Soal 001
1.Sebutkan keunggulan pembelajaran geografi jika mengguankan media pembelajaran!
Jawaban:
Obyek kajian geografi mencakup seluruh ruang permukaan bumi yang terdiri dari lapisan atmosfer, lithosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer. Bukan hanya unsur fisik yang dipelajari. Akan tetapi unsur non-fisik seperti ekonomi, sosial, politik, budaya juga dipelajari geografi. Mungkin untuk unsur non-fisik tidak terlalu membutuhkan bantuan media. Akan tetapi untuk unsur fisiknya, sangat memerlukan bantuan media dalam pengajarannya. Media sangat dibutuhkan dalam pembelajaran geografi untuk memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses hasil belajar geografi, dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar geografi sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya, mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu karena obyek atau benda terlalu besar untuk ditampilkan di ruang kelas dapat diganti dengan gambar, foto, slide, realita, film, radio atau model, seperti gambar bola dunia, gambar hewan-hewan besar, dsb; obyek atau benda terlalu kecil yang tidak tampak oleh indera dapat disajikan dengan bantuan mikroskop, film, slide atau gambar; kejadian langka yang terjadi sekali dalam puluhan tahun dapat ditampilkan melalui video, film, foto, slide, di samping secara verbal, seperti gambaran evolusi manusia; obyek atau proses yang amat rumit seperti peredaran darah dapat ditampilkan secara kongkret melalui film, gambar, slide atau simulasi computer; kejadian atau percobaan yang dapat membayangkan dapat disimulasikan dengan media seperti computer, film, dan video; peristiwa alam seperti terjadinya letusan gunung berapi atau proses yang dalam kenyataan memakan waktu lama seperti proses kepompong menjadi kupu-kupu dapat menggunakan video, film, slide, atau simulasi computer, memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat dan lingkungannya misalnya melalui karya wisata, dan lain-lain. Itulah kelebihan geografi yang cocok untuk menggunakan berbagai jenis media, sehingga perlu menghimbau para guru geografi untuk dapat menguasai berbagai macam media supaya proses belajar mengajarnya dapat berlangsung lebih lancar, efektif dan efisien.

2.Apakah yang disebut dengan lingkungan sebagai sumber belajar?
Jawaban:
Pendidikan menurut arti sempit adalah sekolah. Sedangkan menurut arti luasnya pendidikan adalah hidup. Dalam hidup terdapat banyak sekali pelajaran yang harus diambil. Lingkungan pun termasuk ke dalam hidup sehingga di dalamnya terdapat banyak pelajaran. Pelajaran ini begitu luas. Ada pelajaran agama, pelajaran hidup, pelajaran moral, maupun pelajaran mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam lingkungan hidupnya, manusia tidak dapat hidup sendiri. Selalu membutuhkan bantuan orang lain. Dari sini manusia selalu berusaha untuk belajar menjalani hidup bukan hanya sebagai individu saja tapi juga bermasyarakat yang banyak di dalamnya pelajaran yang dapat diambil. Sebagaimana pepatah yang mengatakan bahwa ambillah pelajaran dari setiap orang yang kita temui dan apa saja yang kita temui. Sebagai contoh, apabila kita bertemu orang lain, apa yang baik dan tidak baik dari orang tersebut harus jadi pelajaran bagi kita. Begitu juga jika kita menemukan apapun, seperti lebah yang hidupnya selalu melakukan dan meninggalkan sesuatu yang baik. Ia menghidap sari-sari bunga yang baik begitu juga mengeluarkan madu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Begitu juga sarangnya dapat dijadikan makanan manusia. Dari sini kita dapat mengambil hikmah bahwa kita hidup harus seperti lebah seperti pepatah be to bee or be to ant. Ada tiga sifat penting pendidikan yaitu: Pendidikan mengandung nilai dan memberikan pertimbangan nilai. Pendidikan diarahkan pada kehidupan dalam masyarakat. Pelaksanaan pendidikan dipengaruhi dan didukung oleh lingkungan masyarakat tempat pendidikan itu berlangsung. Tujuan umum pendidikan sering dirumuskan untuk menyiapkan generasi muda menjadi orang dewasa anggota masyarakat yang mandiri dan produktif. Konsep pendidikan bersifat universal, tetapi pelaksanaan pendidikan bersifat lokal, disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat setempat. Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki sistem sosial budaya yang berbeda. Sistem sosial budaya ini mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar-anggota masyarakat, antara anggota dan lembaga, serta antara lembaga dan lembaga. Salah satu aspek yang cukup penting dalam sistem sosial budaya adalah tatanan nilai-nilai. Tatanan nilai merupakan seperangkat ketentuan, peraturan, hukum, moral yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. Nilai-nilai tersebut bersumber dari agama, budaya, kehidupan politik, maupun dari segi-segi kehidupan lainnya. Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga selalu berkembang dan mungkin pada suatu saat perkembangan begitu drastis, sehingga tidak jarang menimbulkan perebedaan, bahkan konflik nilai. Konflik nilai bisa juga diakibatkan adanya perbedaan sudut pandang karena adanya variasi sumber-sumber nilai tersebut. Pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan. Dalam arti yang lebih mendasar, pendidikan merupakan suatu proses kebudayaan. Proses pembudayaan tidak dapat berlangsung secara sendirian, melainkan harus dalam interaksi dengan orang lain, interaksi dengan lingkungan. Kehidupan masyarakat tidak dapat terlepas dari tempat masyarakat itu berada. Masalah tempat menyangkut lingkungan alam dan keadaan geografis. Jadi dalam merancang kurikulum dan pembelajaran harus memperhatikan kebudayaan masyarakat setempat.

3.Jelaskan landasan filosofis penggunaan media pembelajaran!
Jawaban:
Secara harfiah filosofis (filsafat) berarti “cinta akan kebijakan” (love of wisdom). Orang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Secara akademik, filsafat berarti upaya untuk menggambarkan dan menyatakan suatu pandangan yang sistematis dan komprehensif tentang alam semesta dan kedudukan manusia di dalamnya. Terdapat perbedaan pendekatan antara ilmu dengan filsafat dalam mengkaji atau memahami alam semesta ini. Ilmu menggunakan pendekatan analitik, berusaha menguraikan keseluruhan dalam bagian-bagian yang kecil dan lebih kecil. Filsafat berupaya merangkum atau mengintegrasikan bagian-bagian ke dalam satu kesatuan yang menyeluruh dan bermakna. Ada tiga cabang besar filsafat, yaitu metafisika yang membahas segala yang ada dalam alam ini, epistemologi yang membahas kebenaran dan aksiologi yang membahas nilai. Aliran-aliran filsafat yang kita kenal bertolak dari pandangan yang berbeda dalam ketiga hal itu. Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia termasuk masalah-masalah pendidikan. Menurut Donald Butler, filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktik pendidikan, sedangkan praktik pendidikan memberikan bahan-bahan bagi pertimbangan-pertimbangan filosofis.Seperti halnya dalam filsafat umum, dalam filsafat pendidikan pun dikenal banyak pandangan atau aliran. Setiap pandangan mempunyai landasan metafisika, epistemologi, dan aksiologi tentang masalah pendidikan yang berbeda.
Perkembangan media mempunyai hubungan timbal balik dengan pendidikan. Media dengan teknologi maju memproduksi berbagai macam alat-alat dan bahan yang secara langsung atau tidak langsung dibutuhkan dalam pendidikan. Peningkatan pendidikan sangat membutuhkan bantuan media tidak hanya yang bersifat hardware, tetapi juga membutuhkan bantuan penggunaan yang bersifat sofware. Penggunaan alat-alat belajar yang modern dalam pendidikan akan mempengaruhi proses belajar. Dengan menggunakan alat-alat belajar yang modern anak akan lebih aktif belajar. Aktivitas belajar anak akan bergantung pada metode belajar mengajar yang digunakan, anak akan lebih aktif dibandingkan dengan kalau hanya menggunakan kapur dan papan tulis saja. Segi lain mengenai hubungan antara pendidikan dengan media adalah penuntutan peningkatan penguasaan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan sumber daya manusia. Hal itu berarti membuka pekerjaan dan juga menuntut keahlian baru yang harus dipersiapkan dalam pendidikan. Perkembangan media secara langsung maupun tidak langsung menuntut perkembangan pendidikan. Pengaruh langsung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah memberikan isi atau materi atau bahan yang akan disampaikan dalam pendidikan. Pengaruh tak langsung adalah perkembangan media menyebabkan perkembangan masyarakat dan perkembangan masyarakat menimbulkan problema-problema baru yang menuntut pemecahan dengan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan baru yang dikembangkan dalam pendidikan.

4.Jelaskan kerucut pengalaman belajar dari Edgar Dale!
Jawaban:
Kerucut Edgar Dale (Dale’s Cone of Experience) digambarkan sebagai suatu proses komunikasi. Kerucut ini merupakan elaborasi yang rinci dari konsep tiga tingkatan pengalaman utama modus belajar, yaitu pengalaman langsung (enactive), pengalaman piktorial/ gambar (iconic), dan pengalaman abstrak (symbolic) yang dikemukakan oleh Bruner. Hasil belajar seseorang diperoleh mulai dari pengalaman langsung konkret, kenyataannya yang ada di lingkungan kehidupan seseorang kemudian melalui benda tiruan, sampai kepada labang verbal abstrak. Semakin ke atas di puncak kerucut semakin abstrak media penyampai pesan itu. Perlu dicatat bahwa urut-urutan ini tidak berarti proses belajar dan interaksi belajar mengajar harus selalu dimulai dari pengalaman langsung, tetapi dimulai dengan jenis pengalaman yang paling sesaui dengan kebutuhan dan kemampuan kelompok siswa yang dihadapi dengan mempertimbangkan situasi belajar.
Dasar pengembangan kerucut di bawah bukanlah tingkat kesulitan, melainkan tingkat keabstrakan jumlah jenis indera yang turut serta selama penerimaan isi berikan kesan paling utuh dan paling bermakna. Mengenai informasi dan gagasan yang terkandung dalam pengalaman itu. Oleh karena itu ia melibatkan indera penglihatan, pendengaran, perasaan, penciuman, dan peraba. Semakin banyak alat indera yang digunakan untuk menerima dan mengolah informasi tersebut dimengerti dan dapat dipertahankan dalam ingatan. Ini dikenal dengan learning by doing misalnya keikutsertaan dalam menyiapkan makanan, membuat perabot rumah tangga, mengumpulkan perangko, melakukan percobaan di laboratorium, dan lain-lain yang kesemuaannya itu memberi dampak langsung terhadap pemerolehan dan pertumbuhan pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Tingkat keabstrakan pesan akan semakin tinggi ketika pesan itu dituangkan ke dalam lambang-lambang seperti bagan, grafik, dan kata. Jika pesan terkandung dalam lambang-lambang seperti itu indera yang dilibatkan untuk menafsirkannya semakin terbatas yakni indera penglihatan atau indera pendengaran. Meskipun tingkat partisipasi fisik berkurang, keterlibatan imajinatif semakin bertambah dan berkembang. Sesunguhnya, pengalam kongkret dan pengalaman abstrak dialami silih berganti. Hasil belajar dari pengalaman langsung mengubah dan memperluas jangkauan abstraksi seseorang dan sebaliknya. Kemampuan interpretasi lambang kata membantu seseorang untuk memahami pengalaman yang di dalamnya ia terlibat langsung.

5.Jelaskan proses atau langkah-langkah pembuatan media audio!
Jawaban:
Media audio adalah media yang menyajikan informasi dalam bentuk audio atau suara dan untuk menerima informasi tersebut menggunakan indra pendengaran yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar. Format audio yang dapat disajikan adalah suara manusia (naratif), musik, lagu atau vokal, dan sound efek. Dengan format tersebut informasi dikemas sdemikian rupa sehingga membutuhkan daya imajinasi untuk membuat program audio lebih hidup dan menarik. Penggunaan media audio dalam pembelajaran sudah cukup lama dilakukan, hal ini disebabkan karena dalam komunikasi sehari-hari pemanfaatan audio menjadi bagian penting.
Untuk melakukan konversi berbagai format audio dan video, diperlukan Codec yaitu seperangkat software yang mengompres (compress) dan mendekompres (decompress) data di file media bila file tersebut ingin dibuka kembali. Konversi dari file CD Musik
· Masukkan cd musik ke dalam cd/dvd room
· Buka aplikasi Jet audio 7 -> pada tampilan player -> klik Rip
· Akan terbuka kotak Ripping -> pilih drive cd/dvd room (biasanya akan langsung terbuka) -> akan terlihat tampilan isi cd musik.
· Pilih satu file atau dapat juga seluruhnya -> pada kolom dibawah isi nama atau pilih sesuai standard dan dapat dirubah setelah dilakukan konversi -> pilih folder untuk menempatkan output hasil konversi
· Pada kolom output format -> pilih format output yang diinginkan -> misalnya mp3, dan apabila ingin melakukan sedikit konfigurasi untuk format ini klik Config -> akan terbuka kotak yang menunjukkan bitrate dan quality (seperti disebutkan diatas, standard kualitas mp3 adalah 128 Kbps, atau naikkan hingga 192 Kbps untuk kualitas yang mendekati cd dengan konsekuensi file output akan menjadi lebih besar -> atau lakukan percobaan dengan memilih beberapa bitrate yang berbeda, sehingga kita dapat mengetahui hasil yang sesuai dengan keinginan kita)
· Klik start -> tunggu hingga proses konversi selesai
· Setelah proses selesai, buka folder tempat folder yang telah ditentukan, anda telah memiliki file mp3

Konversi dari file musik pada hard disk
· Pada tampilan aplikasi Jet Audio 7 -> klik convert (berada disebelah tombol Rip) -> pilih convert audio.
· Akan terbuka kotak convert audio (hampir sama dengan kotak ripping)
· Lakukan add files untuk mengambil file audio yang akan kita konversi (dapat juga sekaligus dalam satu album)
· Untuk selanjutnya, sama seperti melakukan ripping, tentukan nama, pilih folder dan pilih format yang diinginkan
· klik Start untuk proses konversi

6.Tuliskan format penyajian informasi dalam media video!
Jawaban:
Media video adalah media yang menyajikan informasi dalam bentuk suara dan visual. Unsur suara yang ditampilkan berupa; narsi, dialog, sound effect dan musik, sedangkan unsur visual berupa; gambar atau foto diam (still image), gambar bergerak (motion picture), animasi, dan teks. Format penyajiannya adalah:
a. Format naskah
Keterangan-keterangan yang didapat dari basil eksperimen coba-coba dengan storyboard tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk skrip atau naskah program film maupun video, skrip atau nskah program ini merupakan daftar rangkaian peristiwa yang akan dipaparkan gambar ini merupakan daftar rangkaian peristiwa yang akan dipaparkan gambar demi gambar dan penuturan demi penuturan menuju perilaku belajar yang ingin dicapai. Format penulisan skrip untuk program film dan program video pada prinsipnya sama, yaitu dalam bentuk halaman berkolom dua; sebelah kiri untuk menampilkan bentk visualisasinya dn sebelah kanan untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan suara termasuk dialog, narasi, musik maupun efek suara. Tujuan utama suatu skrip atau naskah program adalah sebagai peta atau bal1an pedoman bagi sutradara dalam mengendalikan penggarapan substansi materi ke suatu program, karena itu skrip yang baik akan dilengkapi dengan tujuan, sasaran sinopsis, treatment. Yang terpenting dalam storyboard unsur video dan audio, memudahkan bagi pemain, sutradara dan yang berperan dalam video tersebut menghapalkan naskah dan dialog berdasarkan naskah.
VIDEO AUDIO

Pada kolom video berisi semua kejadian atau event yang perlu divisualisasikan dalam keselurhan isi film dari awal sampai akhir program. Apa yang kita inginkan tampak dalam layar monitor diisikan dalam kolom video ini.
Pada kolom audio berisi semua unsur audio baik berupa suara manusia narator atau presenter, musik, dan sound effect.
b. Shooting script/ Skenario
Scenario merupkan petunjuk operasional dalam melaksanakan produksi atau pembuatan programnya. Jadi skenario sangat bermanfaat bagi teknisi dan kerabat produksi yang akan melaksanakannya dengan tanggung jawab teknis operasional. Petugas yang membutuhkan diantaranya ; editor/ penyunting gambar, cameramen, pencatat adegan, sound man, dall. Dalam scenario inilah beda antara film dan video akan tampak karena video mempunyai efek visual tertentu yang tidka dimiliki oleh media film, misalnya dissolve, wipe, superimpose, split image, dan sebagainya.
c. Petunjuk Pengambilan gambar
Petunjuk pengambilan gambar adalah posisi pengambilan oleh kamera pada obyek yang diambil. Secara mendasar terdapat cara pengambilan, yaitu:
1) Long Shot, yaitu pengambilan yangmemperlihatkan latar secara keseluruhan dalam segala dimensi dan perbandingannya.
2) Medium shot,yaitu pengambilan yangmemperlihatkan pokok sarannya secara lebih dekat dengan mengesampingkan latar belakang maupun detail yang kurang perlu.
3) Close-up, yaitu pengambilan yang memfokuskan pada subyeknya atau bagian tertentu. Lainnya dikesampingkan supaya perhatian tertuju ke situ.
d. Gerakan Kamera
Visualisasi yang tampak pada layar pada dasarnya hasil dari kerja kamera video yang mrekam obyek dengan posisi yang berbeda-beda. Perbedaan letak dan posisi serta gerakan obyek yang tampak pada layar adalah akibat dari gerakan-gerakan yang ditimbulkan dari kamera. Seorang scriptwriter harus mengetahui petunjuk-petunjuk.
e. Efek Visual Dasar
Perubahan yang ditimbulakn pada video dan diakibatkan oleh efek visual. Efek visual ini sering disebut dengan transision devise. Penggunaan efek visual dasar seperti fade in (pengambilan oleh kamera tertentu mulai masuk perlahan lahan), fade out (pengambilan oleh kamera tertentu mulai memutar secara perlahan), superimpose (penampilan sesuatu ke atas pengambilan yang ada), dissolve (pembauran secara pelahan menggantikan yang sebelumnya).

7.Jelaskan mengenai prosedur umum dalam merancang media grafis untuk pembelajaran!
Jawaban:
Media grafis adalah media yang dihasilkan dengan cara dicetak melalui tekhnik manual atau dibut dengan cara menggambar atau melukis, tekhnik printing, sablon, atau offset. Yang termasuk media grafis adalah bagan, poster, grafik, diagram, karikatur, komik pendidikan, dan media foto.
Prosedur umum dalam merancang media grafis dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
a. Pertama, mengidentifikasi program, dalam hal ini tentukanlah: Nama mata pelajaran, poko bahasan dan sub pokok bahasan, tujuan pembelajaran atau kompetennsi yang diharapkan, dan sasaran, dsaasaran yang dimaksud adalah siswa yang akan menggunakan media tersebut posisinya berada di kelas berapa, dansemester berapa.
b. Kedua, mengakji literature, dalam membuat media cetak ini guru selanjutnya menentukan ini materi yang akan disajikan pad kedua media tersebut. Perlu diketahui bahwa menentukan ini yang akan disjikan pad media cetak dan media presentasi bukan memindahkan semua isi dalam buku teks, namun perlu dikemas sedemikian rupa sehingga materi pelajaran dapat divisualisasikan lebih tetpat, merangkum materi yang dismpaikan, jelas, dan menarik minat dan perhatian siswa.
c. Ketiga, membuat naskah. Naskah untuk media grafis berisi sketsa visual yang akan ditampilkan berisi obyek gambar, grafik, diagram, obyek foto dan isi pesan visual dalam bentuk teks. Naskah untuk media presentasi berupa storyboard dengan format double colom berisi colom visual yang diisi dengan semua tampilan dalam bentuk visual dan kolom audio.
d. Kegiatan produksi. Media cetak dapat dibuat secara manual atau menggunakan computer. Cara manual berarti diperlukan keterampilan khusus untuk menggambar, melukis atau membuat dekorasi objek grafis. Bahan-bahan yang digunakan berupa media kanvas atau kertas, cat air atau cat minyak, kuas, minyak, berbagai bentuk dan bahan kertas, spon, steryoform, dan lain-lain. Cara kedua menggunakan computer grafis menggunkan software aplikasi pengolah gambar dan dicetak secara digital menggunakan printer warna.
Naskah media grafis tidak selengkapnya media audio dan video, namun cukup mempersiapkannya dalam untuk sketsa atau outline visual. Sketsa berhubungan dengan bentuk obyek dan jenis obyek yang akan divisualisasikan. Dalam naskah, obyek tidak dibuat secara utuh namun dalam bentuk sketsa menggunakan pensil atau spidol warna hitam. Outline visual, berhubungan dengan komposisi dan pengaturan penempatan setiap objek ditampilkan, misalnya teks akan ditempatkan dimana, apa isi teksnya, berapa karakternya. Begitu juga dengan gambar, foto atau grafis, bagaimana penempatannya, sehingga terlihat harmonis.

8.Apakah semua jenis media cocok digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran? Jelaskan!
Jawaban:
Media memiliki banyak jenis dan klasifikasinya. Pada dasarnya media yang banyak digunakan untuk kegiatan pembelajaran adalah media komunikasi. Jenis-jenis media pada umumnya cocok digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran. Akan tetapi harus disesuaikan jenisnya dengan materi yang akan disampaikan. Sebagai contoh, media grafis merupakan media yang menyajikan fakta, idea tau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka-angka, dan simbol atau gambar dengan cara grafis yang cocok untuk mata pelajaran matematika, statistika, dan ilmu hitung lainnya. Diagram cocok untuk materi statistic, bagan cocok untuk materi yang menyajikan kata-kata, garis, dan simbol yang merupakan ringkasan suatu proses, perkembangan, hubungan-hubungan penting seperti proses pembentukan batuan yang dapat disajikan dengan peta konsep dalam bentuk bagan, sketsa cocok untuk materi-materi yang banyak menampilkan gambar-gambar, seperti gambar bola dunia. Dari jenis media cetak adalah buku teks yang cocok digunakan untuk semua materi sebagai literatur dalam pelajaran. Jenis media proyeksi diam seperti OHP dan OHT yang membantu memroyeksikan program-program transparansi pada sebuah layar yang menggantikan papan tulis. Media opaque proyektor yang membantu memroyeksikan bahan dan benda-benda yang tidak tembus pandang, seperti buku, foto, dan model-model baik yang dua dimensi atau tiga dimensi. Media slide baik untuk menyajikan materi yang menimbulkan pengertian dan ingatan yang kuat pada pesan, terdapat gambar sebagai penjelas. Media audio dan pita magnetik baik untuk menyampaikan materi yang membutuhkan pusat perhatian dan konsentrasi yang tinggi sehingga cocok untuk pengajaran bahasa. Media filmdan televisi baik untuk menyampaikan materi mengenai pesan aktual dengan jangkauan yang sangat luas dan tidak terbatas ruang dan waktu. Multi media baik untuk menyampaikan materi yang berisi jenis bahasan yang membentuk suatu unit atau paket. Media obyek dapat menyajikan materi tiga dimensi sehingga penyajiannya lebih menarik dan lebih kongkrit sesuai dengan wujud aslinya. Media interaktif sangat baik untuk komunikasi dua arah, jadi dalam media ini siswa bukan hanya menyaksikan dan mendengarkan saja melainkan dapat juga berinteraksi selama mengikuti pelajaran. Di samping semua manfaat-manfaat dari media tersebut, sebenarnya media-media tersebut memiliki kekurangannya sendiri.